(aqiqah surabaya) Didalam surat Ar-Rum: 40 Allah Swt berfirman: "Alloh-lah yang menciptakan kalian, kemudian memberi kalian rezeki, mematikan kalian dan menghidupkan kalian kembali".
Ayat diatas mengandung dua pengertian, Pertama - proses penciptaan dan masalah rezki adalah dua hal yang saling berkaitan. Artinya, jika kalian percaya bahwa Allah pencipta, maka kalian harus yakin bahwa Dia juga menjamin rezki. Kedua - Allah-lah yang maha mencipta sekaligus maha Memenjamin rezki tiap-tiap ciptaan-Nya.
Rosulullah Saw. bersabda: "Kalau sekianya kalian betawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, tentu Dia akan mencukupi rezki kalian sebagaimana Dia memberikan rezki kepada burung. Seekor burung pergi pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang dalam kondisi tembolok penuh makanan". Artinya tawakal yang benar itu harus disertai usaha, bukan hanya pasrah 'nrimo ing pandum' karena tawakal model 'nrimo' bukanlah tawakal yang benar, sebagai contoh ; kalau kita lapar kemudian makanan ada didepan kita maka kita tidak akan pernah kenyang hanya dengan berdo'a tanpa mau menyuapkan makanan kemulut kita. Demikian dengan tawakalnya burung yang dicontohkan baginda Rosululloh Saw. menunjukan burung tersebut pagi-pagi sudah berusaha sesuai kemampuannya hingga sore hari, maka Allahpun melimpahkan rezki yang telah dijaminkan untuknya.
Rosulullah Saw. pernah menegur seorang sahabat yang tidak benar dalam bertawakal, ketika itu seorang sahabat menungang unta dan lansung menemui baginda Rosulullah saw. Rosul bertanya: "Apakah sudah engkau ikat untamu?" sahabat tersebut menjawab: "Aku bertawakal kepad Allah ya Rosul" Jawab Rosulullah Saw. "ikat dulu untamu baru engkau tawakal." Sekali lagi tawakal bukanlah sikap yang pasif justru sebaliknya, tawakal adalah sikap seorang muslim yang aktif dalam menyongsong apa-apa yang terlah Allah jaminkan untuknya.
Ayat diatas mengandung dua pengertian, Pertama - proses penciptaan dan masalah rezki adalah dua hal yang saling berkaitan. Artinya, jika kalian percaya bahwa Allah pencipta, maka kalian harus yakin bahwa Dia juga menjamin rezki. Kedua - Allah-lah yang maha mencipta sekaligus maha Memenjamin rezki tiap-tiap ciptaan-Nya.
Rosulullah Saw. bersabda: "Kalau sekianya kalian betawakal kepada Allah dengan tawakal yang sebenarnya, tentu Dia akan mencukupi rezki kalian sebagaimana Dia memberikan rezki kepada burung. Seekor burung pergi pagi hari dalam keadaan perut kosong dan pulang dalam kondisi tembolok penuh makanan". Artinya tawakal yang benar itu harus disertai usaha, bukan hanya pasrah 'nrimo ing pandum' karena tawakal model 'nrimo' bukanlah tawakal yang benar, sebagai contoh ; kalau kita lapar kemudian makanan ada didepan kita maka kita tidak akan pernah kenyang hanya dengan berdo'a tanpa mau menyuapkan makanan kemulut kita. Demikian dengan tawakalnya burung yang dicontohkan baginda Rosululloh Saw. menunjukan burung tersebut pagi-pagi sudah berusaha sesuai kemampuannya hingga sore hari, maka Allahpun melimpahkan rezki yang telah dijaminkan untuknya.
Rosulullah Saw. pernah menegur seorang sahabat yang tidak benar dalam bertawakal, ketika itu seorang sahabat menungang unta dan lansung menemui baginda Rosulullah saw. Rosul bertanya: "Apakah sudah engkau ikat untamu?" sahabat tersebut menjawab: "Aku bertawakal kepad Allah ya Rosul" Jawab Rosulullah Saw. "ikat dulu untamu baru engkau tawakal." Sekali lagi tawakal bukanlah sikap yang pasif justru sebaliknya, tawakal adalah sikap seorang muslim yang aktif dalam menyongsong apa-apa yang terlah Allah jaminkan untuknya.

[ 0 comments... read them below if any or add comment ]
Poskan Komentar
Markaz Menghaturkan Terimakasih, Atas Masukan Anda